Kamis, September 18, 2008

Melepas Windu Ke-Tujuh


Kulepas windu ke tujuh dengan jejak,
bekas-bekas langkah.
Dia yang telah menggurat hidup dengan lantang.
Aku tiba di titik usia ini setelah mencercah garis panjang,
upaya abadi mencari jati.
Masih ada rindu yang tipis,
terus terasa detak yang lemah,
tetap hadir cinta yang samar.
Tanpa kehadiran sesiapa.
Pepohon Randu terus membuang bunganya.
Kapuk-kapuk melayang menuruni tangga udara.
Hujan yang tetes.
Hari yang gelap.
Rumput kaku menghunjam awan.
Senandung sepi terhambung ke langit,
pilu menyayat.
Suara sendiri begitu nyata,
sangat kentara.


Here, there & everywhere, 31 Agustus 2008

2 komentar:

punya saya mengatakan...

wah...happy birthday ya.

SudutBidik mengatakan...

Thanks Vir, meski telat, tapi tetap saja terasa hangat. I'll send U the rest of me thru your e-mail. Thanks for sharing, thanks for caring!